>

Cara Menghitung ROAS dan ROI Iklan (Lengkap + Contoh Praktis)

Banyak bisnis menjalankan iklan, tapi tidak benar-benar tahu apakah iklan mereka menguntungkan atau tidak.

Mereka hanya melihat:
✔ Banyak klik
✔ Banyak like
✔ Banyak leads

Padahal yang paling penting adalah:
Apakah iklan tersebut menghasilkan profit?

Di sinilah pentingnya memahami ROAS dan ROI iklan.

Apa Itu ROAS?

ROAS (Return on Ad Spend) adalah metrik untuk mengukur berapa besar pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dikeluarkan untuk iklan.

Baca juga: Kesalahan Fatal Saat Menjalankan Meta Ads (Yang Bikin Budget Cepat Habis)

Rumus ROAS:

ROAS = Total Revenue dari Iklan ÷ Total Biaya Iklan

Contoh Perhitungan

ROAS:

Anda mengeluarkan biaya iklan Rp5.000.000
Dan menghasilkan penjualan Rp25.000.000

Maka:

ROAS = 25.000.000 ÷ 5.000.000 = 5x

Artinya:
Setiap Rp1 yang Anda keluarkan menghasilkan Rp5 pendapatan.

Semakin tinggi ROAS, semakin efektif iklan Anda.

Apa Itu ROI?

ROI (Return on Investment) adalah metrik untuk mengukur keuntungan bersih dari investasi, termasuk biaya lain selain iklan.

ROI lebih akurat untuk melihat apakah bisnis benar-benar untung.

Rumus ROI:

ROI = (Profit Bersih ÷ Total Modal) × 100

Contoh Perhitungan ROI Iklan

Biaya iklan: Rp5.000.000
Biaya produksi: Rp10.000.000
Total modal: Rp15.000.000

Total penjualan: Rp25.000.000

Profit bersih:
25.000.000 – 15.000.000 = Rp10.000.000

ROI = (10.000.000 ÷ 15.000.000) × 100%
ROI = 66,6%

Artinya bisnis Anda untung 66,6% dari modal yang dikeluarkan.

Perbedaan ROAS dan ROI

ROAS

  • Fokus pada efektivitas iklan
  • Hanya menghitung biaya iklan
  • Cocok untuk optimasi campaign

ROI

  • Fokus pada keuntungan keseluruhan
  • Menghitung semua biaya
  • Cocok untuk analisa profit bisnis

Singkatnya:
ROAS = Performa iklan
ROI = Kesehatan bisnis

Berapa ROAS yang Bagus?

Standarnya tergantung margin bisnis Anda.

  • Margin kecil → Butuh ROAS tinggi (4x–6x)
  • Margin besar → ROAS 2x–3x bisa sudah untung

Yang penting bukan sekadar ROAS tinggi, tapi apakah bisnis tetap profit setelah semua biaya dihitung.

Baca juga: Apa Itu A/B Testing dan Kenapa Penting dalam Iklan?

Kesalahan Umum Saat Menghitung ROAS & ROI

  1. Hanya melihat revenue tanpa menghitung biaya produksi
  2. Tidak memasukkan biaya operasional
  3. Menganggap ROAS tinggi pasti untung
  4. Tidak menghitung lifetime value customer

Ingat: Iklan bagus bukan yang banyak kliknya, tapi yang menghasilkan profit.

Kesimpulan

Jika Anda menjalankan iklan tanpa menghitung ROAS dan ROI, itu seperti menyetir tanpa dashboard. Anda mungkin bergerak, tapi tidak tahu apakah sedang untung atau rugi.

Mulailah evaluasi setiap campaign dengan dua metrik ini agar keputusan bisnis berbasis data, bukan perasaan.

keywords: cara menghitung ROAS dan ROI iklan, apa itu ROAS, apa itu ROI, rumus ROAS, rumus ROI, menghitung keuntungan iklan, analisa iklan digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 MitraKeuangan